Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung
Jul2026
Dibuka
25 Kali
Koto Tuo, 16 Juli 2026 – Pemerintah Nagari Koto Tuo Bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) 2026 melaksanakan kegiatan Pencegahan Stunting pada Kamis (16/7) di Perpustakaan Nagari Koto Tuo. Kegiatan ini salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Bersama pemerintah nagari dalam mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting.
Kegiatan diikuti oleh 45 peserta yang terdiri atas kader Kesehatan 10 orang, ibu sasaran 12 orang, mahasiswa 20 orang dan 3 orang dari Pemerintah Nagari Koto Tuo.
Pada kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pengertian stunting sebagai kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam jangka panjang. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu periode sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, yang merupakan masa paling krusial bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.
Materi yang disampaikan juga membahas berbagai faktor penyebab stunting, seperti kurangnya asupan gizi sebelum dan selama kehamilan, anemia pada ibu hamil, pemberian ASI eksklusif yang belum optimal, kualitas MP-ASI yang rendah, infeksi berulang, rendahnya kualitas sanitasi dan kebersihan lingkungan, serta terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan dan air bersih. Selain itu, peserta diedukasi mengenai pentingnya deteksi dini melalui pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di posyandu sehingga perlambatan pertumbuhan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Dalam sesi edukasi, mahasiswa KKN juga menekankan pentingnya pola asuh orang tua dalam mencegah stunting, di antaranya melalui pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, pemenuhan gizi seimbang dengan sumber protein seperti telur, ikan, tahu, tempe, dan susu, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat melalui sanitasi yang baik dan penggunaan air bersih.
Tidak hanya itu, masyarakat diberikan pemahaman bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Selain sektor kesehatan, upaya pencegahan stunting juga memerlukan dukungan dari sektor pertanian dalam penyediaan pangan bergizi, teknologi untuk memperluas akses informasi dan edukasi, pendidikan dalam meningkatkan literasi keluarga, serta dukungan pemerintah nagari dan berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN UNP Koto Tuo 2026 bersama Wali Nagari Koto Tuo melaksanakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak-anak yang menjadi sasaran kegiatan. Pembagian PMT ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pencegahan stunting di Nagari Koto Tuo.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN UNP Koto Tuo 2026 berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini dan membutuhkan peran aktif seluruh pihak. Dengan sinergi antara keluarga, kader kesehatan, pemerintah nagari, dan berbagai sektor lainnya, diharapkan upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Nagari Koto Tuo dapat tercapai. (Nadira Bunga Prischilla)Koto Tuo, 16 Juli 2026 – Pemerintah Nagari Koto Tuo Bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) 2026 melaksanakan kegiatan Pencegahan Stunting pada Kamis (16/7) di Perpustakaan Nagari Koto Tuo. Kegiatan ini salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Bersama pemerintah nagari dalam mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting.
Kegiatan diikuti oleh 45 peserta yang terdiri atas kader Kesehatan 10 orang, ibu sasaran 12 orang, mahasiswa 20 orang dan 3 orang dari Pemerintah Nagari Koto Tuo.
Pada kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pengertian stunting sebagai kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam jangka panjang. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu periode sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, yang merupakan masa paling krusial bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.
Materi yang disampaikan juga membahas berbagai faktor penyebab stunting, seperti kurangnya asupan gizi sebelum dan selama kehamilan, anemia pada ibu hamil, pemberian ASI eksklusif yang belum optimal, kualitas MP-ASI yang rendah, infeksi berulang, rendahnya kualitas sanitasi dan kebersihan lingkungan, serta terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan dan air bersih. Selain itu, peserta diedukasi mengenai pentingnya deteksi dini melalui pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di posyandu sehingga perlambatan pertumbuhan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Dalam sesi edukasi, mahasiswa KKN juga menekankan pentingnya pola asuh orang tua dalam mencegah stunting, di antaranya melalui pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, pemenuhan gizi seimbang dengan sumber protein seperti telur, ikan, tahu, tempe, dan susu, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat melalui sanitasi yang baik dan penggunaan air bersih.
Tidak hanya itu, masyarakat diberikan pemahaman bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Selain sektor kesehatan, upaya pencegahan stunting juga memerlukan dukungan dari sektor pertanian dalam penyediaan pangan bergizi, teknologi untuk memperluas akses informasi dan edukasi, pendidikan dalam meningkatkan literasi keluarga, serta dukungan pemerintah nagari dan berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN UNP Koto Tuo 2026 bersama Wali Nagari Koto Tuo melaksanakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak-anak yang menjadi sasaran kegiatan. Pembagian PMT ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pencegahan stunting di Nagari Koto Tuo.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN UNP Koto Tuo 2026 berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini dan membutuhkan peran aktif seluruh pihak. Dengan sinergi antara keluarga, kader kesehatan, pemerintah nagari, dan berbagai sektor lainnya, diharapkan upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Nagari Koto Tuo dapat tercapai. (Nadira Bunga Prischilla)

Data Populasi Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung
Laki-laki : 928 ORANG
Perempuan : 896 ORANG
TOTAL : 1824 ORANG
Laki-laki
Perempuan
BELUM MENGISI
TOTAL
KK
Jorong
Data APB Nagari sebagai wujud transparansi Pemerintah Nagari dalam mengelola keuangan
Rp 1.127.866.542,00
Rp 703.728.481,00
Rp 1.122.148.173,89
Rp 551.264.809,00
Rp -5.718.368,11
Rp 17.081.631,89
Rp 8.646.233,00
Rp 2.692.000,00
Rp 4.500.000,00
Rp 0,00
Rp 284.670.000,00
Rp 284.670.000,00
Rp 71.344.309,00
Rp 19.056.210,00
Rp 734.706.000,00
Rp 396.871.340,00
Rp 21.000.000,00
Rp 0,00
Rp 3.000.000,00
Rp 438.931,00
Rp 766.988.899,09
Rp 329.086.601,00
Rp 252.179.056,80
Rp 176.533.208,00
Rp 48.193.218,00
Rp 22.245.000,00
Rp 54.787.000,00
Rp 23.400.000,00
Detail


MUHAMMAT TOYIB
07 Januari 2026 10:39:51
Sangat baik...